Jumat, 17 Juni 2011

65 TAHUN PENGABDIAN STIK-PTIK DALAM TURUT MEMBANGUN SDM POLRI YANG BERKUALITAS


Sejarah Perjalanan PTIK

Hari ini, 17 Juni 2011 tidak terasa STIK-PTIK telah memasuki usia ke-65 tahun, sebuah usia yang sudah terlihat uzur bagi perjalanan hidup manusia. Perjalanan STIK tidak lepas dari keberadaan Sekolah Kepolisian Negara Bagian Tinggi Mertoyudan yang selanjutnya menjadi Akademi Polisi dan diresmikan tanggal 17 Juni 1946 oleh Presiden dan Wapres RI. Untuk kepentingan terlaksananya pendidikan, maka dosen-dosen pertama diangkat pada tanggal 21 Agustus 1946 dan Prof.Mr.Soenario Sandjatawidjaja ditetapkan sebagai dekan. Pada September 1946 Akpol kemudian dipindahkan ke Kepatihan Yogyakarta, lalu pindah lagi ke Sekolah Katholik Tarakanita Yogyakarta sejalan dengan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda.
Pada bulan Januari 1950, Akpol dipindahkan ke Jakarta dan menempati gedung Kamp Adek di Jl.Tambak no.2 Jakpus. Dan berdasarkan keputusan rapat gabungan antara Jawatan Kepolisian Negara, Dewan Kurator dan Dewan Guru Besar, mengusulkan kepada Perdana Menteri untuk mengganti nama Akpol menjadi Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian. Dan selanjutnya berdasarkan keputusan PM No.: 47/PM/II/53 tanggal 1 September 1950 secara resmi sebutan Akpol diganti menjadi Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).
Berdasarkan Tap MPRS No. 11/MPRS/1960, ditegaskan bahwa kedudukan hukum lulusan PTIK disamakan dengan lulusan fakultas negeri mengikuti program pendidikan 5 tahun. Tap MPR kemudian diperkuat dengan Surat Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) No.4463/9/PTIP tanggal 8 Agustus 1961. Tonggak sejarah penting lainnya adalah dipisahkannya proses pendidikan PTIK, sejalan dengan kebijakan pemerintah tentang integrasi ABRI. Bagian Bakaloreat PTIK dijadikan Akademi Angkatan Kepolisian (1966) berlokasi di Sekolah Kepolisian Negara Sukabumi.
Selanjutnya sejak tahun 1971 s/d sekarang, PTIK menempati kampus kelima di Jl.Tirtayasa Raya No.6 diatas lahan yang dihibahkan oleh Prof.Djokosoetono, SH (alm), pendiri, pendidik dan dekan PTIK (1954 s/d 1965). Pada tahun 1980, PTIK sempat akan “dihapuskan” oleh pimpinan ABRI, namun berkat kegigihan Kapolri saat itu Jenderal Pol. Prof.Dr.Awaloedin Djamin, MPA (dekan PTIK 1987 s/d 2002), keberadaan PTIK “diselamatkan” dengan ditempatkan dibawah payung pembinaan UI berdasarkan Keputusan Bersama Kapolri dengan Mendikbud No.Pol.: Kep/12/VIII/1980 dan No. 0214/0/1980 tanggal 11 Agustus 1980. Dalam keputusan tersebut, dekan PTIK diisi dengan Guru Besar dari UI atas penunjukkan Mendikbud, sedangkan jabatan Gubernur PTIK diisi oleh Polri. Dan untuk menyesuaikan dengan UU No.2/1989 tentang Pendidikan Nasional, berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 70 tahun 2002, tanpa mengubah statusnya sebagai “Sekolah Tinggi”, jabatan dekan PTIK dihapuskan dan Gubernur PTIK merangkap sebagai Ketua Sekolah Tinggi. Mulai tahun 2002 s/d sekarang, langkah-langkah penataan dan pengembangan kembali PTIK terus dilakukan dan ditingkatkan.

Fasilitas STIK

STIK sebagai bagian dari lembaga pendidikan Polri harus memenuhi 10 komponen pendidikan, oleh sebab itu berdasarkan SK Ketua BAN-PT No.006/BAN-PT/AK-XIV/S1/VI/2011 tanggal 9 Juni 2011, STIK kembali memperoleh predikat akreditasi “A” (memperbaharui Keputusan BAN-PT Depdiknas No. 005/BAN-PT/Ak-X/S1/VI/2006 tentang Akreditasi STIK-PTIK dengan skor 374/A). Untuk memperoleh predikat tersebut, sudah barang tentu STIK harus memiliki kapabilitas dalam pemenuhan 10 komponen pendidikan. Seperti fasilitas, STIK memiliki kampus, perpustakaan, laboratorium bahasa, dll. Kemudian para tenaga pengajar terdiri dari dosen tetap (48 orang) dan dosen tidak tetap (107 orang). Sistem pendidikan saat ini, kami membuka S1 Ilmu Kepolisian dan baru-baru ini tanggal 6 Juni 2011 telah membuka program S2 Ilmu Kepolisian, dan kedepan akan dikembangkan pula S3 Kepolisian.

Output STIK

Sejauh ini output dari STIK/PTIK adalah lulusan yang sesuai tingkat pendidikannya dibekali kemampuan akademik dan profesional yang secara kritis dan bermoral dapat menerapkan, mengembangkan dan memperkaya khazanah ilmu dan teknologi kepolisian dalam rangka menjawab tantangan tugas kepolisian.
Dari angkatan I s/d 56 tercatat sebanyak 7.480 alumni, dari alumni terbaik STIK telah dipercaya menjabat sebagai Kapolri, yaitu:
a. Jenderal Pol. (P) Drs. Hoegeng Iman Santoso
b. Jenderal Pol. (P) Drs. Widodo Boedi Darmo
c. Jenderal Pol. (P) Prof.Dr. Awaloedin Djamin, MPA
d. Jenderal Pol. (P) Drs. Moh. Hasan
e. Jenderal Pol. (P) Drs. Moh. Sanoesi
f. Jenderal Pol. (P) Drs. Koenarto, MBA
g. Dan seterusnya hingga Jenderal Pol. Drs. Timur Pradopo.
Pada umumnya alumnus STIK menduduki jabatan Kasat, Kasi/Kasubbag, Kabag dan Wakapolres yang tersebar di seluruh lini organisasi Polri mulai dari pusat sampai kewilayahan.

Peserta Didik STIK Saat Ini

Saat ini yang menjadi peserta didik di STIK, untuk program S1 baru bersumber pada alumni Akpol yang telah memenuhi syarat seleksi dan lulus masuk pendidikan di STIK. Sama halnya dengan program S2 Ilmu Kepolisian (MIK) yang baru saja di buka pada tanggal 6 Juni 2011 lalu, juga bersumber dari lulusan S1 terbaik STIK. Namun tidak menutup kemungkinan, ke depan akan membuka peluang kepada non alumni Akpol, para penegak hukum, dan masyarakat umum untuk menimba ilmu kepolisian di STIK. Hal tersebut sejalan dengan perkembangan ilmu kepolisian itu sendiri yang saat ini telah menjadi ilmu yang universal bukan hanya milik Polri semata namun sudah menjadi milik masyarakat umum.


STIK Sebagai Jembatan Karir Polri Masa Depan

Secara umum memang lulusan STIK memiliki peluang untuk meniti karir lebih baik, karena alumni STIK telah dibekali ilmu yang cukup untuk menjadi perwira Polri yang handal, professional dan berwawasan ilmiah. Manakala perwira Polri tersebut mampu mengimplementasikan kemampuan yang dimiliki secara optimal, maka ia akan meraih sukses dan jenjang karir akan cemerlang. Namun demikian, perlu dipahami bagi mereka yang tidak siap untuk menerima perubahan dan bersikap stagnan/resisten, mungkin karir ke depan akan terhambat.
Mulus tidaknya karir seseorang perwira Polri lulusan STIK tidak ditentukan pada prestasi akademisnya selama belajar di STIK, dalam arti lulusan STIK tersebut harus peka dan adaptif terhadap dinamika masyarakat dan kompleksitas tantangan tugas yang dihadapi. Perwira Polri yang sukses/berprestasi di pendidikan, merupakan kader-kader pimpinan Polri ke depan, namun dalam praktik pelaksanaan tugas, prestasi pendidikan hanyalah sebagai salah satu aspek penilaian dalam pembinaan karir. Masih banyak aspek lain yang harus dipenuhi, seperti penilaian kinerja/prestasi kerja, sikap dan perilaku dalam tugas, adaptif dan responsif terhadap dinamika masyarakat, kepemimpinan, ketauladanan, dan lain-lain.

Objektivitas Evaluasi Pendidikan STIK

Untuk mencapai standar kinerja (key performance indicator atau KPI) yang unggul, maka semua sasaran kerja harus dibuat setinggi mungkin dan tidak ada toleransi. Dalam hal akademis, nilai dalam proses pendidikan dibuat dengan standar tinggi, tidak ada katrol nilai atau toleransi. Peraturan dan Kode etik akademik kami tegakkan, bagi mereka yang melanggar dikenakan sanksi sesuai tingkat pelanggarannya. Kemudian untuk objektivitas, hasil evaluasi akademik/nilai ujian diumumkan secara transparan, termasuk hasil koreksi dosen pada lembar ujian dikembalikan kepada mahasiswa, sehingga mereka mengetahui kekurangannya. Lalu pada akhir semester diedarkan angket terhadap seluruh perangkat pengajaran sehingga akan langsung dapat diketahui manakala ada KKN.


Harapan STIK Masa Depan

Seiring dengan era globalisasi, maka STIK diharapkan:

a. Untuk mampu melahirkan kader-kader pimpinan Polri yang visioner, transformasional, dan berbudi luhur.
b. Lahirnya agent of change sebagai pelopor dalam melakukan perubahan.
c. Menjadikan STIK-PTIK sebagai pusat unggulan (centre of excellence) di bidang pendidikan dan pengembangan ilmu kepolisian, serta pengabdian masyarakat bermanfaat bagi:
1) Pengembangan dan pemantapan institusi Polri mampu mengemban tugas, fungsi dan perannya.
2) Penguatan perguruan tinggi/lembaga pendidikan dalam pembelajaran dan pengembangan ilmu kepolisian.
3) Pembangunan masyarakat madani, menumbuhkembangkan partisipasi dan kepatuhan hukum serta perwujudan rasa aman, tenteram dan damai dalam masyarakat.
Rencana pengembangan STIK ke depan
a. Penyelenggaraan pendidikan:
1) Perumusan rencana Induk Pengembangan pendidikan (Renstra 5 Tahun).
2) Jaminan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagaimana amanah standar Sisdiknas.
3) Penguatan 10 komponen pendidikan.
4) Peran serta alumni dalam mengembangkan ilmu kepolisian dan memuliakan profesi kepolisian.
b. Menjadi pusat unggulan (centre of excellence) menuju world class university:
1) Pemantapan standar kualitas SDM, standar kinerja, prestasi kerja, budaya organisasi.
2) Pembangunan sistem informasi pendidikan berbasis web.
3) Pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana pendidikan.
4) Pengembangan perpustakaan melalui penyediaan referensi berbagai bahasa yang dilengkapi pula dengan e-library.
5) Penguatan jurnal ilmiah yang mempublikasikan riset-riset ilmiah baik dalam dan luar negeri.
6) Pengembangan dan pemantapan program, studi baik S1 maupun pascasarjana.
7) Peningkatan status STIK menjadi Institut Ilmu Kepolisian.

Harapan Ketua STIK Pada Masyarakat, Mahasiswa dan Alumni STIK

a. Pesan untuk masyarakat:

Bahwa dewasa ini ilmu kepolisian sudah banyak diajarkan/dikembangkan di berbagai perguruan tinggi seperti D3 Ilmu kepolisian di Universitas Langlangbuana Bandung, S2 Hukum Kepolisian di Universitas Hasanudin, S2 Hukum Kepolisian di Universitas Pasundan Bandung, dan S2 Kajian Ilmu Kepolisian UI, oleh sebab itu diharapkan diperoleh pemahaman yang sama terhadap masalah-masalah sosial dan gangguan kamtibmas, sehingga semakin memperkokoh sinergi (partnership) antara polisi dan masyarakat dalam mewujudkan rasa aman tertib menuju masyarakat sejahtera.

b. Pesan untuk mahasiswa STIK:

Mengingat ilmu kepolisian telah diterima sebagai ilmu yang universal, maka peran aktif mahasiswa STIK sangat diharapkan dalam pengembangan ilmu kepolisian melalui kajian, riset dan tulisan ilmiah. Para mahasiswa agar memanfaatkan semua fasilitas yang ada di STIK untuk turut mengembangkan ilmu kepolisian termasuk memanfaatkan gagasan/ide/konsep yang dipelajari di bangku kuliah untuk dimodifikasikan dengan realita di lapangan sehingga muncul inovasi baru guna mewujudkan pelayanan prima di setiap sentra pelayanan kepolisian.

c. Pesan untuk alumni STIK:

Segenap sivitas akademika STIK mengharapkan kiprah nyata para alumni yaitu:
1) Sebagai agent of change, baik di lingkungan Polri maupun di dalam tata kehidupan masyarakat.
2) Sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat dengan penuh keikhlasan, memiliki integritas moral, akuntabel, menjunjung tinggi HAM dan selalu menjaga kehormatan diri dan korps kepolisian.
3) Sebagai perwira Polri yang akademisi, dituntut untuk terus belajar dan mengembangkan diri demi peningkatan profesionalisme dan kualitas pelayanan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar