Sabtu, 05 September 2009

PERSIAPAN MENGHADAPI ISL 2009/2010


Gak kerasa bentar lagi Indonesia Super League (ISL) 2009/2010 mau mulai tanggal 10 Oktober ini, trus apa hubungannya ama prestasi dan prestise sepakbola Indonesia? Saya bangga juga tuh baca running-text salah satu teve swasta kita yang menyatakan bahwa Liga Indonesia masuk rangking 8 Asia…..Asia man, bukan ASEAN! Cuman yang sekarang jadi keprihatinan saya, apa efeknya sama pengembangan sepakbola kita? Perasaan semakin lama semakin gak jelas mau dibawa kemana pembinaan sepakbola kita. Timnas hancur lebur, jadwal acak kadut, semua klub masih amatiran, pengurusnya hobi eksperimen, kesiapan klub jelang liga yang masih amburadul….waduh, kok bisa jadi rangking 8 Asia ya?

Program Timnas

Saya perhatiin beberapa surat kabar olahraga mengatakan kalo program timnas kita gak jelas arahnya kemana. Trus keputusan gak pro Badan Timnas (BTN) juga nambah-nambahin masalah. Bayangin aja, pemain timnas dilarang berkompetisi! Mereka lebih baik latihan terus sampe elek jelang pertandingan Pra-Piala Asia lawan Kuwait, lho kok bisa? Saya perhatiin negara-negara lain hari Rabu masih kompetisi liga trus Sabtu-nya maen di timnas, gak pengaruh tuh sama strategi, tetap bagus aja mainnya…Perlu diketahui sih, esensi dari keberhasilan peningkatan performance pemain timnas ya melalui kompetisi. Dengan kompetisi, mereka akan terlatih untuk mencetak gol, melewati bek asing, menggocek untuk mengumpan bola ke forward, dan lain-lain. Mereka akan terlatih untuk menghadapi berbagai situasi yang berbeda saat latihan, dan mudah-mudahan langsung diterapkan pas latihan. Kesulitan masalah strategi permainan? mau 4-3-3 ke 4-5-1 atau dari 4-4-2 ke 3-5-2, kan terserah pelatih timnas. Jangan dipakai alasan untuk nyalahin kompetisi dong. Justru pelatih akan mudah untuk berubah strategi, karena ada pemain timnas yang udah faham.

Jadwal Kompetisi Liga

Banyak yang mengeluh jadwal kita berantakan mulu saban taun. Bagusnya sich kita ngikutin jadwal kompetisi negara-negara di Eropa sono, dari Agustus sampe Mei. Trus libur kompetisi dari Juni sampe Juli, begitu seterusnya. Dengan begitu udah waktu istirahat bisa diatur, jadwal gak berantakan, jadwal ujicoba timnas kita bisa berbarengan sama negara-negara lain, trus jadwal latihan timnas pun gak perlu lagi pelatnas panjang yang gak ada gunanya itu. Masak sih gak bisa?

Klub Amatiran

Klub kita sebagian besar masih menyusui sama Pemda-nya masing-masing. Mengharapkan APBD, menghambur-hamburkan uang rakyat tapi prestasi gak jelas. Kasian banget kan sama rakyat yang kena gusur karena gak bayar pajak PBB, sama rakyat yang kena denda gara-gara terlambat bayar PKB, trus hasilnya buat dikasihin sam klub yang gak jelas? Mending tiap-tiap klub ikutin model klub-klub Eropa…gak susah kok.
Caranya:
1. Bagusin dulu stadion, pake standar internasional. Rumput yang bagus, jadi alur bola lancar. Jadi kalo abis cetak gol, pemain bisa meluncur kayak Rooney gak takut lututnya lecet-lecet karena alas rumput banyak batu….iiihhh!
2. Alur tiket yang jelas dan hindari kebocoran, manfaatkan satgas klub untuk mengkoordinir suporter agar kalau mau nonton tetap harus bayar.
3. Jual merchandise asli di counter-counter stadion atau di area penjualan lain, makanya itu stadion dibagusin….ambil contoh dech stadion punyanya Arsenal (didalemnya ada toko merchandise, museum klub, barbershop, supermarket, dll). Kalau saya perhatiin, stadion kita masih model kolonial VOC punya….

Persiapan Klub

Saya heran dengan persiapan klub sekarang ini, kayaknya susah banget nyiapinnya. Bagus tuh aturan BLI dengan pola 3+2 (3 pemain non-Asia dan 2 pemain Asia). Katanya cari pemain Asia yang susah, menurut saya gak terlalu tuh. Ini karena manajer klub gak manfaatin teknologi internet aja sih, coba mereka surfing pemain-pemain Asia ya gak harus dari Jepang, Korea atau Australia sih. Asia kan banyak yang bagus-bagus, kayak Lebanon, Suriah, Pakistan, India, Irak….trus pemain non-Asia jangan melulu dari Kamerun, Nigeria, Cile, Paraguay, Brasil atau Argentina saja. Lirik kek pemain nasional dari Honduras, Sudan, Rwanda, Bolivia, Malta, atau Vanuatu. Mereka ada kok yang rela dibayar 300.000 dollar saja (kira-kira Rp. 300 jutaan), padahal kualitas mereka udah masuk timnas. Bahkan kalo mau ekstrem lagi, rekrut pemain-pemain Indo yang berkeliaran di liga-liga Eropa, syukur-syukur setelah setahun main mereka mau melepas kewarganegaraan Eropa mereka jadi WNI. Kan bagus tuh, kalo jaim mau naturalisasi ya gitu aja. Saya heran banget, kita ini kok sok jaim ya? Portugal aja yang kualitas dunia masih mau tuh menaturalisasi Liedson (asal Brasil), Jerman aja mau merekrut Cacau (asli Brasil) untuk jadi WN Jerman. Kita kok gak mau ikut-ikutan ya? Padahal FIFA udah merestui kok…..

Saran

Oleh karena itu saran saya untuk memajukan sepakbola kita:
1. Pengurus PSSI jangan malu untuk studi banding ke federasi sepakbola yang sudah maju. Serap ilmu organisasi, ilmu manajemen, ilmu kepelatihan mereka.
2. Sesuaikan jadwal liga dengan kompetisi dunia, bagusnya mulai kompetisi itu dari Agustus sampai Mei. Dengan begitu kita bisa atur jadwal ujicoba, jadwal kompetisi antarklub Asia, dan jadwal lainnya.
3. Para manajer melek teknologi. Kalau mau cari pemain asing jangan cuma modal minta sama agen pemain doang, tapi sering-sering kek surfing ke internet. Misalkan ke www.transfermarkt.de, atau ke wikipedia. Kan banyak pemain asing yang unattached (menganggur), free transfer, atau pemain timnas yang banderol harganya cocok sama kantong klub.
4. Klub harus berani bersikap profesional, jangan minta-minta APBD terus. Kembangkan jiwa entrepeneurship-nya. Studi banding sama klub-klub Eropa atau Asia Timur.
5. Perbaiki stadion-stadion di Indonesia, kita harusnya malu gak bisa bikin stadion bagus padahal propinsi-propinsi kita banyak yang kaya-kaya sumberdaya alamnya. Kontruksi harus minimalis dengan infrastruktur yang maksimalis, jadi penonton lebih suka ke stadion daripada nonton lewat tivi.
6. Benahi fisik pemain kita agar tidak kalah adu body dengan negara lain. Caranya ya latihan fisik yang rutin.


Rekomendasi Pemain

Berikut saya rekomendasikan beberapa pemain asing yang lumayan moncer dari wilayah non-Asia dan Asia, yah syukur-syukur ada manajer yang lagi surfing blog ini trus nanya-nanya ke agen atau menelusuri lagi via internet.

Pemain non-Asia (estimasi < 80.000 euro):
1. Musa El Tayeb (25 tahun/Sudan/MF/Al-Merreikh Omdurman (Sudan)/timnas).
2. Alaa Babiker (24 thn/Sudan/FW/Al-Merreikh Omdurman (Sudan)/timnas).
3. Juvenal Correia (21 th/Guinea Bissau/DF/SC de Bissau (Guinea Bissau)/timnas).
4. Taiwo Atieno (24 th/Kenya/FW/Rochester Rhinos (Kenya)/timnas).
5. Boniface Ambani (26 th/Kenya/FW/SC de Goa (Kenya)/timnas).
6. Larmin Ousman (28 th/Liberia/MF/tanpa klub/timnas).
7. Noel Seka (25 th/Benin/DF/tanpa klub/timnas).
8. John Glele (23 th/Benin/DF/tanpa klub/timnas).
9. Salomon Wisdom (20 th/Benin/FW/tanpa klub/timnas).
10. Emmanuel Ngama (21 th/Burundi/MF/tanpa klub/timnas).
11. Kazim Bizimana (23 th/Burundi/FW/VV Sneek (Belanda)/timnas).
12. Waso Ramadhani (25 th/Burundi/DF/Simba FC (Burundi)/timnas).
13. Floribert Ndayisaba (20 th/Burundi/DF/FK Baku (Azerbaijan)/timnas).
14. Emilio Izaguirre (23 th/Honduras/DF/CD Montagua (Honduras)/timnas).
15. Melvin Valladares (26 th/Honduras/FW/San Pedro Sula (Honduras)/timnas).
16. Mackorel Sampeur (23 th/Haiti/MF/Violette AC (Haiti)/timnas).
17. Abel Thermeus (26 th/Haiti/FW/tanpa klub/timnas).
18. Fabrice Noel (24 th/Haiti/FW/Puerto Rico Islanders (Puerto Rico)/timnas).
19. Silvano Estacio (27 th/Ekuador/MF/Emelec (Ekuador)/klub).
20. Ricardo Pedriel (22 th/Bolivia/FW/Giresunspor (Turki)/timnas).
21. Joselito Vaca (27 th/Bolivia/MF/Oriente Petrolero (Bolivia)/timnas).
22. Jhasmani Campos (20 th/Bolivia/MF/Oriente Petrolero (Bolivia)/klub).
23. Yonathan del Valle (19 th/Venezuela/FW/Tachira (Venezuela)/timnas).
24. Giacomo di Giorgi (28 th/Venezuela/MF/Anzoategui SC (Venezuela)/timnas).
25. Yoimer Segovia (30 th/Venezuela/DF/Anzoategui SC (Venezuela)/klub).
26. Yannick Zambernardi (32 th/Perancis/DF/tanpa klub/klub).
27. Jean Robert Yelou (25 th/Vanuatu/FW/Amical FC (Vanuatu)/timnas).
28. Levan Khmaladze (24 th/Georgia/MF/Dynamo Tiflis (Georgia)/timnas).
29. Einer Vazquez (19 th/Peru/CS Ancash (Peru)/klub).
30. Piero Casella (22 th/Peru/FW/FBC Melgar (Peru)/klub).

Pemain Asia (estimasi < 80.000 euro):

1. Azeem Razwan (23 th/Pakistan/MF/tanpa klub/timnas).
2. Alaa Abdul Zahra (21 th/Irak/FW/Al Khor (Irak)/timnas).
3. Isam Yaseen (22 th/Irak/DF/Al Amana (Irak)/timnas).
4. Akram Moghrabi (23 th/Lebanon/FW/Al Najmeh (Lebanon)/timnas).
5. Mahmoud El Ali (25 th/Lebanon/MF/Al Ahed (Lebanon)/timnas).
6. Ramez Dayoub (24 th/Lebanon/MF/Kingfisher Bengal (India)/timnas).
7. Mohammed Bagir Younis (25 th/Lebanon/MF/Al Ansar (Lebanon)/timnas).
8. Anzur Ismailov (24 th/Uzbekistan/DF/Pakhtakor (Uzbekistan)/timnas).
9. Hikmat Khashimov (29 th/Uzbekistan/MF/Nasaf Qarshi (Uzbekistan)/timnas).
10. Ri Hung-Ryong (20 th/Korut/FW/Kim Ill-Sung Univ. (Korut)/timnas).
11. Ji Yun-Nam (24 th/Korut/DF/April 25 SG (Korut)/timnas).
12. Mun In-Guk (30 th/Korut/MF/April 25 SG (Korut)/timnas).
13. So Hyok-Chol (27 th/Korut/DF/Pyongyang SC (Korut)/timnas).
14. Suchao Nutnum (26 th/Thailand/DF/TOT FC (Thailand)/timnas).
15. Tana Chanabut (25 th/Thailand/Chonburi (Thailand)/timnas).
16. Teerasil Dangda (21 th/Thailand/Muang Thong United (Thailand)/timnas).
17. Nattaporn Phanrit (27 th/Thailand/Muang Thong United (Thailand)/timnas).
18. Baihakki Khaizan (25 th/Singapura/Geylang United (Singapura)/timnas).
19. Fahrudin Mustafic (28 th/Singapura/Tampines (Singapura)/timnas).
20. Precious Emuejeraye (26 th/Singapura/Gombak United (Singapura)/timnas).
21. Shi Jiayi (26 th/Singapura/Home United (Singapura)/timnas).
22. Daniel Bennett (31 th/Singapura/Tampines (Singapura)/timnas).
23. Scott Bulloch (25 th/Australia/Perth Glory (Australia)/klub).
24. Matthew Osman (26 th/Australia/Gold Coast (Australia)/klub).
25. Adam Sarota (21 th/Australia/Brisbane Roar (Australia)/klub).
26. Isaka Cernak (20 th/Australia/Brisbane Roar (Australia)/klub).
27. Adam Kwasnik (26 th/Australia/Central Coast (Australia)/klub).
28. Aatef Jenyat (23 th/Suriah/Al Karamah (Suriah)/timnas).
29. Hamzeh Al Aitoni (23 th/Suriah/Al Majd (Suriah)/timnas).
30. Guvancmuhamed Ovekov (28 th/Turkmenistan/FC Zhetsyu (Turkmenistan)/timnas).


Ini dia aksi Boniface Ambani (Kenya)


Dan ini aksi Noel Seka (Benin)


Cari pemain Asia kok susah, mau nyoba Akram Moghrabi (Lebanon)?


Atau Ramez Dayoub (Lebanon)?

4 komentar:

andrie mengatakan...

Mantap sekali ulasannya kang, btw coba ente kirim ulasan ente ke PSSI biar dibaca sama nurdin halid, agar melek matanya atau ente kirim ke tabloid bola kang ? siapa tahu ente ada yang ngerekrut sebagai konsultan pelatih utk persipura jayapura ....... jadi habis KIK ke Papua lagi ...... wakakakakakak .... wakakakakakaka

arri vavir mengatakan...

Hahahaha...bisa aje lud, Ndri...kayak gak tau aja lu PSSI. Tp bisa lu bayangin gak kalo semua klub kita berpikiran modern, pasti pemain asing yg mereka cari gak kayak nyari kucing dalem sarung eh karung...jd jelas semua cv-nya, kagak asal2an..baru2 ini gw baca di SINDO, Persitara sedang seleksi 2 pemain Argentina an. Mauricio Latezzi ama Federico Felicia, eh pas gw cek di internet nama mereka berdua kagak ada cv-nya...jgn2 mereka cuman turis di Sanur, trus main bola di pantai Kuta eh dipantau sama Persitara....

Anonim mengatakan...

pemain asia yg no. 4 & 14 persib bgt tuch....

arri vavir mengatakan...

kita mah sekedar ngasi saran doang boss, ketimbang bingung2 beli pemain seperti kucing dalam karung? mending cari di internet yg berharga murah tapi qualified getoh....en kualitasnya pemain nasional bow...

Poskan Komentar